Belajar Peduli pada Lingkungan Bagian 2

Contoh, biarkan ia membuat topeng dari kardus bekas sesuai seleranya. Di sini orangtua hanya sebagai fasilitator/ pendamping. Hasil akhirnya seperti apa, tidak masalah yang penting prosesnya.

2. Mendapat nilainilai edukasi. Ada nilai-nilai edukasi bagi anak saat ia mengolah limbah menjadi mainan. Ia belajar mengerjakan sesuatu sampai tuntas. Karena membuat sendiri, ia juga akan belajar problem solving. Semua ini akan mengasah kepercayaan dirinya. Anak pun menjadi lebih mandiri karena tak selalu bergantung pada orangtua untuk mendapatkan mainan baru. Si prasekolah jadi termotivasi mencari limbah yang bisa diolah sehingga memacu kreativitasnya.

3. Belajar menghemat biaya. Tentunya, memanfaatkan barang bekas jadi mainan relatif lebih murah. Bila kita kreatif, mainan buatan sendiri ini tidak akan kalah seru dengan mainan di toko.

4. Belajar sesuai perkembangannya. Momen-momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk menstimulasi berbagai kepandaian si prasekolah. Untuk keterampilan berbahasa, misal, kita bisa membuat boneka tangan dari koran, wayang dari piring kertas, boneka dari botol plastik. Jenis mainan ini akan merangsangnya bicara karena ia perlu menciptakan dialog saat memainkannya. Begitu pun jika ingin mengasah kemampuan motoriknya. Cobalah membuat kereta-keretaan dari ban bekas yang dapat mendorongnya untuk sering bergerak.

5. Belajar peduli lingkungan Mengolah mainan dari barang bekas ini juga mengenalkan si prasekolah pada ­filosofi penyelamatan lingkungan lewat prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi/ menghemat), Reuse (pakai kembali) dan Recycle (daur ulang). Nah, siap mengolah limbah di rumah menjadi mainan?

Aneka Mainan dari Sampah

Bagi Mama Papa yang baru mendengar istilah alat permainan edukatif berbahan limbah, mungkin masih bingung kira-kira bisa dibuat apa saja ya sampah-sampah itu. Silakan lihat koleksi alat permainan edukatif ini semoga bisa menginspirasi. Selamat berkreasi bersama si prasekolah.

3 Syarat Penting

Harap perhatikan beberapa syarat ini saat mengolah barang bekas menjadi mainan: 1. Barang bekas (botol, kardus, dan sebagainya) selalu dalam kondisi bersih. Pastikan tidak ada cairan/serbuk yang tersisa. 2. Apakah ada sisi tajam atau runcing pada kaleng yang akan digunakan? Jika tetap mau digunakan, kikis dulu bagian tajamnya. 3. Pastikan bahan bekas itu aman, tidak hanya bagi anak tapi juga lingkungan.

Agar anak memiliki keterampilan dalam berbahasa asing, berikan ia pelatihan di kursus bahasa Jerman terbaik di Tangerang.