Belajar Peduli pada Lingkungan

ausbildungaupair.com – Sudahkah Mama Papa mengajari si kecil mengolah limbah dan menyulapnya menjadi mainan? Masuk ke toko mainan atau pusat perbelanjaan memang sering bikin pusing. Habis…, mainan yang ada begitu banyak macamnya dan bagus-bagus. Ini masih ditambah derasnya iklan teve yang menjual produk-produk mainan canggih dan tentu saja relatif mahal harganya. Hampir semua kartun favorit anak-anak yang ditayangkan di teve juga menjual merchandise-nya di toko mainan. Si kecil pun jadi merengek selalu minta mainan baru. Masa balita adalah masa bermain. Jadi, sebenarnya wajar permintaan si kecil akan mainan. Tinggal bagaimana kita bisa berpikir kreatif agar mainan untuk buah hati tak harus selalu mahal.

PERTIMBANGKAN BARANG BEKAS

Barang-barang di rumah, misal, ada yang bisa kita manfaatkan. Sudah pernah mencoba panci untuk dijadikan “gendang”? Beri saja ia dua sumpit untuk memukulmukul panci itu, si kecil pasti menikmati suara yang dihasilkan. Atau beri si prasekolah sebuah sapu. Di tangan balita yang daya imajinasinya tengah tinggi-tingginya, sapu akan berubah menjadi kuda-kudaan yang bisa berderap-derap berlari berkeliling “hutan”. Mainan juga bisa dibuat sendiri dari limbah barang bekas yang ada di rumah. Yang paling sederhana membuat alat musik dari botol plastik yang diisi beras atau kacang hijau. Mainan ini pastinya murah dan yang terpenting, kita ikut membantu mengurangi sampah.

Dituntut Kreatif

Mama Papa dan Ibu/Bapak Guru, mau tidak mau harus terus belajar mencari ide-ide baru. ”Kira-kira kalau sekarang kardusnya sudah jadi mobil besok jadi apa lagi, yaa.” Jangan sampai kehabisan ide menciptakan mainan baru. Ide bisa didapat dari koran, majalah, atau browsing internet. Bisa juga bergabung dengan komunitas atau LSM yang peduli dengan pemanfaatan limbah.

SEGUDANG MANFAAT LIMBAH

Siap melirik limbah di rumah dan “menyulapnya” menjadi alat permainan edukatif bagi si prasekolah? Jangan lupa libatkan buah hati saat membuatnya. Selain dia akan mendapat mainan baru, si kecil juga belajar peduli pada lingkungan. Masih ada manfaat lain yang bisa dipetiknya, seperti:

1. Timbul rasa percaya diri karena keterlibatan. Sebagian besar proses pembuatan mainan mungkin masih kita yang tangani, namun anak bisa diminta mengumpulkan bahan, mencari ide, atau ikut melakukan hal-hal sederhana lainnya. Keterlibatannya ini akan membuat anak merasa dihargai. Jika ingin ia belajar membuat sendiri mainannya, pilih yang sederhana.