Cara Asah Jiwa Wirausaha Anak Bagian 3

6. Lakukan kunjungan ke perusahaan/ unit bisnis. Saat ini banyak sekolah mengagendakan kunjungan ke berbagai perusahaan. Tujuannya tak lain demi mengenalkan berbagai profesi secara langsung. Kita juga bisa mengajak anak berkunjung ke perusahaan milik teman. Bagaimana ia melihat proses produksi dari awal hingga akhir berlangsung akan semakin membuatnya memahami proses kerja seorang pengusaha.

7. Lakukan permainan wirausaha. Masih ingat permainan monopoli? Permainan ini sebenarnya mengajari anak untuk melatih jiwa wirausahanya. Ia diajarkan mencari modal, mengelola modal, melakukan investasi, menjaga investasi, mengelola perusahaan, dan lainnya. Namun anak perlu dijelaskan bahwa ia tetap harus jujur, mau berbagi, bekerja sama, dan jangan membuat lawan bangkrut karena ini sikap tak terpuji.

8. Ajak berpikir kreatif. Ketika anak menemukan masalah, biarkan ia mengatasi sendiri dengan menggunakan daya kreativitasnya. Di saat ia mentok tak mampu mengatasi, baru kita mengarahkan apa yang sebaiknya ia lakukan. Hal ini akan meningkatkan kreativitasnya dan membuat ia tak mudah putus asa. Kemampuan berpikir kreatif kegigihanya ini akan bermanfaat saat kelak ia menjadi pengusaha.

9. Asah kemampuan bersosialisasi. Setiap usahawan perlu bertemu banyak orang untuk mengembangkan bisnisnya. Ini berarti anak perlu dilatih bergaul dengan baik sejak dini. Kemampuan bersosialisasi juga diperlukan demi menjaga networking. Tidak dapat dipungkiri kesuksesan dalam menjual dagangan terkait erat dengan relasi yang banyak.

10. Asah logika. Kecerdasan berlogika untuk melihat sebuah risiko yang bakal diterima sangat dibutuhkan seorang pengusaha. Saat memutuskan benda yang akan diproduksi, pengusaha membutuh analisis apakah barang tersebut akan laku di pasaran atau tidak. Ini adalah sebuah risiko yang harus dihadapi. Keterampilan berpikir seperti ini bisa dilatih dengan mengajari anak untuk selalu menimbang risiko yang bakal ia terima jika memutuskan A atau B.

Mulai dengan hal-hal sederhana seperti memilih makanan atau minuman yang ingin ia nikmati, mainan yang ingin ia mainkan, atau aktivitas yang ingin ia lakukan. Jelaskan dampak-dampak yang bakal ia hadapi. Dari situlah ia akan belajar menganalisis segala hal. Tentu mengasah jiwa wirausaha ini tidak bisa instan, namun memerlukan proses belajar terus-menerus. Motivasi, keberanian, serta ketekunan anak saat belajar menjadi usahawan itu akan menjadi modal penting dalam membentuk jiwa tangguh saat dirinya kelak menjadi pengusaha sukses.

Simak juga informasi lebih mengenai lembaga les belajar bahasa Jerman Jakarta terpercaya.