Cara Asah Jiwa Wirausaha Anak

Setiap anak memiliki kemampuan wirausaha, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua mengasahnya. Wirausaha adalah kemampuan seseorang menangkap peluang usaha, menjadikannya sebuah bisnis yang kemudian dapat mendatangkan penghasilan. Jika jiwa wirausaha sudah melekat pada seseorang, biasanya ia bisa dengan mudah menangkap peluang usaha dengan percaya diri dan mewujudkan ke dalam sebuah bisnis yang menguntungkan. Kabar baiknya, pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan wirausaha, namun kemampuan ini perlu diasah dan dilatih.

Mulai Dari Barang Sendiri

Nah, kapan jiwa wirausaha ini bisa diasah? Silakan dicoba di usia sekolah ini. Keuntungannya banyak. Anak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya lebih baik tanpa harus bergantung pada orang lain. Mengasah jiwa wirausaha pun dapat membentuk pribadi yang disiplin, tidak mudah menyerah, kreatif, bertanggung jawab, tangguh, cermat, dan lebih menghargai benda miliknya.

Jiwa wirausaha bisa dimulai dengan mengikutkan anak dalam bazar di sekolah. Jelaskan proses yang harus anak lakukan; dari mempersiapkan barang, menyeleksi, mengemas, memberi harga, menata barang dagangan, mempromosikan dan menawarkan. Setelah barang terjual, penghasilannya perlu dihitung kemudian dibagi rata dengan teman-temannya. Proses ini akan memberikan pengalaman tersendiri baginya. Barang-barang dagangannya tidak harus baru atau sengaja dibuat untuk dijual.

Anak dapat diajarkan mengadakan garage sale: menjual barang yang sudah tidak digunakannya lagi. Dari mainan, buku, atau pakaiannya yang sudah kesempitan. Tak perlu malu karena garage sale dilakukan bahkan di negaranegara maju sekalipun. Dengan garage sale, anak juga sudah membantu lingkungan hidup dengan prinsip reuse (memakai kembali).

Tidak Bisa Instan

Tertarik menanamkan jiwa wirasuaha kepada anak? Silakan simak 10 cara di bawah ini:

1. Panutan orangtua. Orangtua yang giat berbisnis tanpa sadar akan memupuk jiwa wirausaha pada anak. Anak akan belajar dari orangtuanya bagaimana cara menawarkan dagangan, melakukan pembukuan, menghitung uang hasil dagangan, dan sebagainya. Bagaimana bila kita bukan wirausaha? Tetap bisa kok, yakni dengan meletakkan dasar-dasar usaha. Contoh, bagaimana menyusun daftar belanja lalu mengajaknya belanja sesuai daftar itu. Tak lupa selalu menghitung uang kembalian. Ini adalah dasar untuk mengelola sebuah bisnis.

Selain wirausaha untuk, untuk anak yang akan mengikuti tes bahasa inggris bisa mengikuti program kursus persiapan tes IELTS terpercaya di Jakarta.