Membersihkan Buah Dan Sayur Dengan Aman

Sungguh merupakan kabar baik bahwa masyarakat Indonesia mulai membiasakan diri mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Berbagai zat dan vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah memang memiliki manfaat yang besar bagi tubuh. Namun sayur dan buah tak bisa langsung dikonsumsi begitu saja tanpa dicuci terlebih dahulu. Sudah menjadi rahasia bahwa sebagian besar petani menyemprotkan pestisida ke tanaman sayur dan buah untuk menghalau hama agar tidak gagal panen.

Para pedagang juga melapisi buah segar dengan lilin para­fin untuk mencegah pembusukan dan menjaga kadar air dalam buah tidak berkurang. Selain buah dan sayur, zat-zat kimia berbahaya juga terdapat dalam makanan segar lain, seperti daging, ikan, dan tahu. Residu zat kimia beracun yang terdapat pada bahan makanan tersebut memberikan ancaman yang serius bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Biasanya, masyarakat mencuci makanan dengan air keran.

Ternyata, cara seperti itu tak sepenuhnya aman. Saat ini ada alat khusus yang bisa menghilangkan residu zat-zat kimia berbahaya dalam bahan makanan. Advance, merek dagang distribusi alat-alat penunjang kesehatan, meluncurkan sebuah alat dengan nama Friliz. “Friliz mampu membunuh kuman dan bakteri hingga 99.9%, serta mampu menghilangkan pestisida maupun zat kimia beracun lainnya yang terdapat pada bahan makanan.

Perangkat ini juga mampu menghilangkan merkuri, timah hitam, dan logam-logam berat yang terdapat pada daging, ikan, dan bahan pangan lainnya,” ujar Rommy Mutakim, Business Unit Head Friliz “For Zero Food” dalam acara peluncuran Friliz di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menurut Rommy, prinsip kerja Friliz adalah menghasilkan Hydroxyl radical melalui proses elektrolisis molekul air.

Hydroxyl radical yang sangat reaktif ini mampu mengubah struktur molekul pestisida maupun zat kimia beracun lainnya menjadi tidak berbahaya, sedangkan untuk membunuh kuman, virus ataupun bakteri, maka hydroxyl radical ini akan menempel pada ion hydrogen (komponen membrane sel bakteri), sehingga bakteri dengan membrane sel akan rusak dan mati seketika.

Untuk informasi lebih mengenail tes toefl untuk anak bisa mengikutkannya di program kursus pelatihan tes toefl Jakarta.